hit counter
ADFLY
ADFLY


Semburan gas dan lumpur di Desa Sukaperna, Kecamatan Tukdana, Indramayu

Awal Permulaan
Menjelang ramadhan di tahun ini, saya memutuskan untuk pulang ke kampung halaman di salah satu desa di kecamatan Tukdana, Indramayu. Tak ada hal yang menarik untuk di bicarakan bersama para sahabat, sampai akhirnya disalah satu stasiun TV swasta saya melihat sebuah berita yang membahas sebuah peristiwa  yang sangat mengagumkan. Di dalam berita tersebut dikatakan bahwa muncul semburan gas dan lumpur (seperti tragedi lumpur lapindo) di desa sukaperna, kecamatan Tukdana Kabupaten Indramayu. 

Desa sukaperna merupakan desa yang cukup dekat dengan rumah yang saya tinggali. Keduanya masih berada di kecamatan yang sama di kecamatan Tukdana. Jika saya menggunakan sepeda motor untuk kesana bahkan saya hanya membutuhkan waktu kurang dari 20 menit. maka ketika saya mendengar berita munculnya semburan gas dan lumpur tersebut dari televisi, saya juga turut mengagumi bagaimana informasi bekerja. Bagaimana bisa lokasi sedekat itu dari tempat saya tinggal, berita sebesar itu, saya harus mendengarnya (pertamakali) dari televisi dan bukan dari para sahabat ataupun ibu-ibu yang bergosip. Hehe

Kabar munculnya semburan gas dan lumpur di sukaperna yang muncul di stasiun TV dan ramai dibicarakan di media sosial membuat beberapa warga ketakutan. Salah seorang sahabat kakak saya yang tinggal cukup jauh dari sukaperna (Rancajawat) bahkan menelpon kakak saya di sore hari untuk mengungkapkan ketakutannya, dia khawatir jika seandainya semburan lumpur di desa Sukaperna (Indramayu) tersebut membesar dan menenggelamkan desa-desa disekitarnya seperti di tragedi lumpur lapindo. Saya sendiri hanya bisa tersenyum, karena satu hal yang saya sadari saat itu adalah bahwa sebenarnya itu hanyalah sebuah ketakutan yang berlebihan. Saya yakin semburan gas dan lumpur di Sukaperna (Indramayu) tidak akan banyak memunculkan masalah dan akan segera berakhir.

Berada di Tempat Kejadian Perkara (TKP)
Sejak berita tentang semburan gas dan lumpur di Sukaperna Indramyu itu sampai di telinga yang saya miliki, saya sangat tertarik untuk berada di lokasi kejadian. Sangat disayangkan seandainya berita sebesar ini, di kecamatan kita sendiri, kita tak bisa melihatnya secara langsung. Namun beberapa hal membuat saya harus menunda rasa ingin tahu yang saya miliki. Hingga akhirnya, Jumat 12 Juni, setelah mengantarkan ibu saya chek Up di RSUD Indramayu saya akhirnya memperoleh kesempatan untuk menengok lokasi semburan lumpur di desa Sukaperna secara langsung. Saya bahkan sempat merekam momen-momen tersebut kedalam video singkat berikut ini :

Semburan gas dan lumpur di Desa Sukaperna, Kecamatan Tukdana, Indramayu

Video tersebut direkam di salah satu titik semburan gas dan lumpur di desa Sukaperna. Titik ini berada di bagian belakang salah satu rumah warga yang kini dikosongkan (sementara). Sebuah rumah dari bilik bambu dengan luas tanah yang tak terlalu besar. Di sampingnya berdiri sebuah bengkel sederhana yang juga merangkap sebagai rumah pemiliknya.

Berita Lengkap
Dari berbagai sumber, saya memperoleh informasi-informasi menarik tentang peristiwa munculnya semburan gas dan lumpur di Sukaperna. Berikut adalah rangkuman berita dari berbagai sumber :

Semburan gas dan lumpur di desa Sukaperna, pertama kali muncul di salah satu rumah warga pada 03 Juni 2015. Kemudian merebak ke beberapa lokasi yang lain, hingga mencapai 24 titik lokasi semburan gas. Lokasi semburan mengganggu aktivitas warga sekitar, karena semburan tersebut muncul di beberapa lokasi seperti dapur rumah, tengah rumah, sawah, serta gang-gang pemukiman.

Gas yang dihasilkan pada peristiwa ini bercampur dengan lumpur, pasir dan air. Menyembur dari permukaan tanah dengan tinggi yang beragam hingga tiga bahkan lima meter. Beberapa spot semburan hanya menunjukan buih-buih di permukaan tanah.

Pihak kepolisian meminta kepada warga untuk berhati-hati dan sebisa mungkin menjauhkan sumber api terhadap lokasi-lokasi semburan gas yang tersebar untuk menghindari kebakaran atau hal-hal lain yang tak di inginkan. Hal ini dikarenakan, semburan gas tersebut menyala saat salah seorang warga mencoba menyalakan api di sekitar semburan gas.

Pihak pertamina yang datang ke lokasi semburan mengaku bahwa semburan gas tersebut bukanlah semburan gas pertamina, namun merupakan gas liar. Hal ini membuat warga sangat menyayangkan dan kecewa dengan sikap pertamina, karena yang warga ketahui adalah peristiwa seperti ini tidak pernah terjadi sebelumnya sampai sekarang saat pertamina mendirikan sumur gas sekitar 100 meter dari semburan gas liar tersebut.

Semburan gas dan lumpur di desa ini diperkirakan tidak akan menghabiskan waktu lama dan akan segera berakhir dalam tiga sampai satu minggu. Sehingga masyarakat di harapkan tidak perlu khawatir dan takut kalau semburan gas dan lumpur di Sukaperna Indramayu ini akan berakhir seperti semburan gas dan lumpur lapindo.



0 Response to "Semburan gas dan lumpur di Desa Sukaperna, Kecamatan Tukdana, Indramayu"

Post a Comment

Sampaikan lah apa yang menjadi pikiranmu.
Kebingungan..
Rasa terimakasih..
Karena sejatinya manusia adalah makhluk sosial yang rindu akan sebuah Interaksi

1. Baca lah
2. Berkomentar lah dengan Sopan
3. Kami Akan Berkunjung balik, Nantinya